FF [OneShot] You’re the One || Chanyeol

youre the one

 

Nana POV

“Nana, maukah kau menjadi pacarku?”

Itulah kata-kata yang keluar dari mulutnya saat ini. Menjadi pacarnya? Siapa juga yang tak mau. Dia tampan. Pintar. Chanyeolie, begitu aku biasa memanggilnya. Tapi bagaimana ini? Dia sahabatku! Aku menyukainya. Tapi bukan seperti perasaan suka antara perempuan ke laki-laki. Melainkan suka sebagai sahabat. Aku dan Chanyeolie sudah bersahabat sejak kecil! Bagaimana bisa dia menyatakan perasaannya padaku saat ini? Memegang bunga, dan menyatakan perasaannya pada acara pesta ulang tahunku! Saat Suho oppa ada disini? Apakah manusia ini lupa kalau aku menyukai Suho oppa?

“Maaf,” Hanya itu kata yang keluar dari mulutku. Raut muka Chanyeol sedikit berubah, tetapi dia tetap tersenyum. Senyum yang dipaksakan.

“Tidak apa-apa. Hal ini tidak akan membuat persahabatan kita terganggu kan?” Dia tersenyum, senyumnya berbeda dengan yang sebelumnya. “Kau tetap akan menjadi sahabatku kan?” Ulangnya lagi memastikan. Aku hanya mengangguk. “Tapi setidaknya terima bungaku ini dong sebagai hadiah ulang tahunmu!” Bisiknya padaku.

Aku mengambil buket bunga tulip putih ditangannya. Dia tahu kalau aku menyukai bunga tulip putih. “Kau benar, aku memang suka bunga tulip, tapi hadiah ulang tahun seperti ini tidak bisa bertahan lama Chanyeoliieee…”

Chanyeol tertawa, “Baiklah, lain kali kubelikan apa yang kau mau. Anggap saja tulip ini deposit pertama.”

“Kalau ini deposit berarti aka nada angsuran tiap bulannya kan?” Candaku.

“Terserah kamu saja.”

“Aku bercanda Chanyeoliiieeee… Bunga ini cukup kok.” Chanyeol lalu mencubit kedua pipiku. Akupun tertawa.

-SKIP-

Pesta ulang tahunku sudah berakhir. Tamu-tamuku mulai meninggalkan tempat acara. Seseorang memanggilku. Suho oppa.

“Pesta yang menarik Park Nana.” Suho oppa tersenyum. “Ini,” Suho oppa memberikanku sebuah bungkusan kado kecil, “Bukalah.”

Akupun lalu membuka hadiah yang diberikannya. Benar saja dugaanku, ini sebuah kalung. Emas putih berbandul bintang, “Ini bagus sekali oppa. Apa ini tidak terlalu mahal?”

Suho oppa menggeleng, “Tidak, kuharap kamu senang menerimanya.”

“Tentu saja oppa. Aku senang sekali. Tapi apa benar ini untukku?”

“Iya Park Nana.” Suho oppa tersenyum lagi.

“Bisakah kau memakaikannya oppa?” Tanyaku.

“Kau mau langsung memakainya?” Mendengarnya aku mengangguk. Suho oppa lalu memakaikan kalung itu dileherku. Indah sekali.

“Ini bagus sekali oppa. Terima kasih.”

“Cantik.”

“Ha?”

“Kau cantik.”

“Hahaha pasti kalung ini yang membuatku cantik, oppa.”

“Tidak. Kau tetap cantik dengan atau tanpa kalung itu.”

-FREZZEE- okay, apa yang bisa kalian lakukan ketika orang yang kalian sukai berkata seperti itu? –FREZZEE END-

Aku tersenyum senyum dan akhirnya berkata, “Terima kasih oppa.”

Suho oppa tersenyum. Kali ini senyumnya lebih indah dari senyum-senyum indahnya sebelumnya. “Hmm. Kalau begitu aku pulang ya Na. Pestamu sangat menarik. Bye.”

Selepas perginya Suho oppa, aku masih mematung melihat bayangannya yang semakin menjauh. Ya tuhan, orang itu sungguh…. Sungguh…

“PARK NANA!!”

“Ya! Chanyeolie! Kau mengagetkanku!” Aku memukul pundaknya.

Chanyeol tertawa. “Kau sedang melihat apa sih?”

“Tidak. Bukan apa-apa.” Aku memalingkan mukaku, “Kau kenapa masih ada disini? Pulang sana. Pesta telah usai!”

“Kau mengusirku?”

“Anniyo, kau boleh disini kok sepuasmu sampai kau membeku!”

“Dikamarmu?”

Aku mencubit pinggangnya. “Dikamar gudang!”

Chanyeol meringis. “Yaaa Park Nana…. Kenapa kau kejam begitu? Bukankah dulu kita sering tidur bersama? Bahkan kita pernah mandi bersama… Harusnya kan kita menikah…” Rengek Chanyeol.

Seketika kata-katanya membuatku malu. “Kau menikah saja sana sama Poppy! Poppy sangat menyukaimu Chanyeolie.”

“Ya! Masa kau menyuruhku menikah dengan seekor kucing??” *FYI: Poppy adalah kucing peliharaanku.

“Yaaa itu juga kalau kau mau Chanyeolie, kalau tidak juga tidak apa-apa.”

“Tapi boleh kan malam ini aku menginap disini?”

“Ha?”

“Ini sudah larut Na… Aku takut pulang…”

Seketika mataku melotot. “Rumahmu kan disebelah?! Lagipula kau ini namja! Apa kata orang kalau ada namja dewasa sepertimu menginap dirumahku?!”

“Aku belum dewasa koook.. Aku kan masih keciiil… Aku belum genap berumur 17 tahun kakak~~~” Chanyeol memasang aegyo nya seperti anak kecil… Ah tidak, seperti anak anjing yang meminta makan pada ibunya.

“Okeh, anak keciiiiiiiiiiiiiiiil. Kamu takut pulang kan? Sini aku antar.” Aku berusaha menarik Chanyeol keluar dari pintu rumahku.

“Tidak-tidak!!” Chanyeol memegang kuat pintu rumahku. “Aku tidak mau pulang!”

Adegan tarik-bertahanpun terjadi didepan pintu rumah.

“Eeee ada apa ini main tarik-tarikan?” Eomma-ku datang.

“Ini Eomma, Chanyeol enggak mau pulang, masa dia mau nginep.” Keluhku kesal.

“Gak papa kan ya Eomma aku nginep disini?” Bujuk Chanyeol. Chanyeol sudah biasa memanggil Eomma-ku juga dengan sebutan Eomma.

“Ya enggak apa-apa dong… Masa anak laki-laki Eomma gak boleh tinggal dirumah sendiri sih?”

“Mwo? Sejak kapan Chanyeolie jadi anak Eomma?” Tanyaku kaget.

“Sejak 17 tahun yang lalu ya sepertinya.” Eomma tertawa.

“Eomma, aku baru 16 tahun,” Kata Chanyeol.

“Ah iya, Anak laki-laki Eomma masih kecil ya…” Eomma-ku mengelus elus kepala Chanyeol. Chanyeol dengan senang menerimanya sambil tersenyum-senyum kearahku.

-SKIP-

Chanyeol POV

“Pagi Eomma! Nana sudah berangkat??” Sebelum berangkat sekolah seperti biasa aku ke rumah Nana. Kami memang suka berangkat ke sekolah bersama.

“Belum. Tuh anaknya baru turun.”

“Loh, Chanyeol kamu ngapain? Bukannya sudah aku sms? Memangnya tidak masuk yaa..” Nana menuruni tangga sambil mengecek ponselnya. “Masuk kok. Kamu gak baca pesanku?” Lanjutnya lagi.

Aku nyengir, “Baca kok. Siapa bilang mau bareng kamu? Aku kesini numpang sarapan kok.” Aku meminum gelas berisi susu yang baru saja dituangkan Eomma.

“Kamu sebenernya anak siapa sih Yeol? Sampe-sampe sarapan aja harus disini? Aduh!” Eomma memukul pelan Nana dengan serbetnya. “Eomma….”

“Biar saja Chanyeol sarapan disini. Chanyeol kan anak laki-laki Eomma.” Eomma membelaku sambil mengelus-elus rambutku. Aku hanya memeletkan lidah ke Nana. Yang bersangkutan terlihat kesal. Hahaha.

Tidak lama kemudian terdengar suara bel pintu.

“Ah oppa sudah datang!” Sahut Nana. “Eomma aku berangkat ya!”

Aku melirik sebentar, “Eomma aku juga berangkat! Dah Eomma!” Benar saja kan pikirku. Pasti Suho hyung! Aku berlari menuju mereka, “Hyuuuung!! Aku boleh ikut bareng gak?”

“Loh? Kamu bukannya bawa motor Yeol?” Tanya Nana.

“Bannya kempes Na! Hyung aku bareng yaaah.. Sekolahku sama kok sama Nana. Oke hyung?” Bujukku.

“Baiklah. Ayo naik.” Lalu kami bertiga masuk kedalam mobilnya Suho hyung. Nana didepan bersama Suho yang mengendarai dan aku dibelakang. Sepanjang perjalanan aku mengoceh hal-hal aneh sesuka ku, Suho hyung mengomentari sedikit-sedikit, dan Nana terlihat sangat tidak nyaman dengan kehadiranku! Hahaha

-SKIP-

Nana POV

Aaaa hari ini Suho oppa tidak bisa menemaniku ke toko buku. Sebenarnya mengajak oppa ke toko buku itu hanya alibiku saja. Aku lebih ingin berjalan-jalan bersamanya. Tapi apa daya, oppa tidak bisa menemaniku. Katanya ada tugas yang harus segera diselesaikan. Tapi aku bosaaaan.. .

“Na. Lo mau langsung pulang?” Chanyeol datang tiba-tiba.

Aku menoleh, “Iya.”

“Temenin gue ke toko buku yuk Na.”

“Ngapain ke toko buku?” Kenapa harus ketoko buku? Apa Chanyeol tau aku tidak jadi pergi kesana? Ah tapi mana mungkin? Tau darimana dia?

“Gue mau beli baju Na!”

“Ha? Beli baju? Emangnya di toko buku ada baju?”

“Iya dong. Jual sepatu juga malah!”  Chanyeol mencubit kedua pipiku. “Ya jelas gue mau beli buku Naaa….”

“Iya aduuuh jangan cubit tapiii.. Sakit niiih….” Aku menurunkan tangan Chanyeol dan mencubitnya. Chanyeol hanya nyengir kuda.

“Hehehe. Mau gak Na?” Tanya Chanyeol.

“Hmmm boleh sih, tapi makan malam gratis ya Yeolie…” Rayuku.

“Okedeh oke. Apa sih yang enggak buat Nana cantik.”

Aku hanya tersenyum mendengarnya. Chanyeol biasa melakukannya, mencubit pipiku, mengusap-usap kepalaku, menyebutku cantik-oke aku memang cantik- bahkan ia suka mencium pipiku secara tiba-tiba. Biasanya ia melakukannya ketika ia merasa berterimakasih padaku. Pernah kejadian, dulu ketika pengumuman kelulusan SMP, ketika ia dengan tiba-tiba akan mencium pipiku aku tidak sengaja menengok kepadanya, ya langsung saja bibir kami bertemu, tidak lama, hanya sekilas. Chanyeol langsung menundukan badannya sambil meminta maaf berulang kali. Sedangkan aku? Aku membatu. First kiss ku hilang seketika…

-SKIP-

Selesainya dari toko buku, Chanyeol mengajakku makan. Setelah makan kami bergegas pulang. Tak lama sampai di halte, bus tujuan kami datang.  Chanyeol mengambil kursi paling belakang, aku mengikutinya dan duduk disebelahnya. Selama perjalanan kami tidak berbicara apa-apa. Ketika aku mulai bicara, kulihat sepertinya Chanyeol tertidur. Aku berusaha melihat wajahnya yang menunduk, memastikan apa dia benar tertidur atau tidak. Ketika aku mulai menunduk, tanpa disangka-sangka bus yang kami naiki mengerem mendadak. Wajah Chanyeol menimpa wajahku. Bibir kami bersentuhan. Chanyeol membuka matanya, ia terlihat kaget sama sepertiku. Aku langsung mengangkat wajahku begitupula Chanyeol.

“Maaf Yolie, busnya.. mengerem mendadak.” Kataku sedikit malu.

“Ah tidak apa-apa. Anggap saja impas.” Chanyeol melihatku sambil tersenyum.

Senyum macam apa itu? Apa iya dia senang? Ah sudahlah. Itu kan tidak sengaja. Tak lama kemudian kami sampai di halte dekat rumah. Dari situ kami banyak mengobrol hal-hal aneh nan lucu seperti tidak ada kejadian memalukan sebelumnya.

“Sudah ya yolie, gue masuk dulu. Sudah malam.”

“Yo, gue juga masuk.” Chanyeol mendahuluiku, tetapi bukannya masuk kerumahnya dia malah membuka pintu pagar rumahku dan masuk, lalu menutupnya. Aku bengong.

“Yolie! Itu kan rumahku! Rumahmu disebelah!”

Chanyeol menepuk jidatnya. “Astaga! Iya gue lupa.” Ia lalu keluar dan berlari menuju rumahnya. “Dadah Nana sampai jumpa besok!”

Chanyeol POV

Aku berlari kedalam rumahku. Bisa-bisanya tadi salah masuk rumah. Haaah. Ya ya ya. Aku memang masih kepikiran kejadian di bus tadi. Hahaha.

-SKIP-

Lima hari kemudian. Hari minggu. Aku bingung ingin melakukan apa. Sampai saat ini sudah pukul 10 pagi atau bisa juga disebut 10 siang, aku hanya berguling-guling ditempat tidur. Bosan. Lalu aku beranjak menuju jendela kamarku, kusibakkan tirai. Ha? Apa itu? Nana dan Suho hyung? Ha? Nana masuk mobilnya Suho hyung? Mau kemana mereka? Andwae! Aku kepo!

Langsung saja aku mengambil jaket dan kunci motorku. Aku melesat mengejar mereka dengan motorku. Mobil mereka berhenti didepan convenience store, tetapi hanya Suho hyung yang turun dari mobil. Tak lama kemudian Suho hyung keluar dengan membawa kantung plastik belanjaan. Lalu ia masuk kemobilnya, dan kemudian mobilnya berjalan. Aku bergegas mengikutinya.

Mereka  berhenti didepan sebuah gedung. Dari depan kulihat ada acara di gedung itu. Ada janur kuning didepannya. Kubaca tulisan yang tertera pada janur tersebut: “Khitanan Sehun” dan dibawahnya tertulis: “Bpk. Suho & Ibu Kyungri”

What? Suho? Suho sudah punya anak?? Bagaimana bisa? Bukankah dia masih single dan belum pernah menikah? Dan apa maksudnya ia mengajak Nana kesana? Apa Nana tau? Tidak mungkin. Jika Nana tau kalau Suho hyung sudah punya anak mana mau dia diajak kesini?

Aku penasaran. Kemudian aku memarkir motorku dipinggir jalan lalu masuk kedalam gedung. Benar saja. Kulihat Suho sedang mengenalkan Nana dengan Kyungri, dan Nana terlihat menahan air matanya. Langsung saja kuhampiri mereka.

“Nana! Kau kemana saja? Gawat! Ikut aku sekarang!” Seruku sambil menarik tangannya.

“Ada apa Chanyeolie?” Sahutnya lemas.

“Sudah cepat ikut aku. Ada yang gawat. Hyung, aku ambil Nana sekarang dan jangan hubungi kami lagi hyung!”

“Yolie! Kamu tidak sopan Yolie! Ada apa sih?” Nana berusaha melepaskan genggaman tanganku.

“Nana, kau mau ikut aku dengan sukarela atau perlu kugendong?” Nana diam lalu berjalan mengikutiku. Tentu saja tetap kugandeng supaya dia tidak kabur.

Lalu kuajak dia kemotorku dan kupakaikan helmku, Nana sempat menanyakan padaku apa hal gawat yang tadi kukatakan, tapi aku tidak menjawabnya. Aku malah menyuruhnya naik kemotorku. Kami lalu melesat kesuatu tempat yang ingin kutuju.

Nana POV

Aku naik kemotornya Chanyeol, dia memacu kencang motornya, membuatku berusaha memegang erat pinggangnya, dia menarik tanganku agar aku berpegangan lebih erat padanya. Aku tidak tahu kenapa Chanyeol bisa sampai ada disana.

Chanyeol memacu motornya sampai, taman? Taman dekat rumah kami? Apa yang gawat disini? Aku turun dari motornya, iapun mengikuti.

“Yolie, apa yang gawat disini? Rasanya tidak ada yang perlu dikuatirkan.”

Chanyeol duduk disalah satu kursi taman, mengajakku duduk disampingnya. “Kamu yang gawat.” katanya.

“Aku?”

“Iya. Kamu. Ingin menangis? Disini lebih aman untuk menangis dibanding disana tadi.”

“Aku tidak ingin menangis.”

“Kamu bohong. Tadi kulihat kau ingin menangis.”

“Aku sudah menangis?”

“Kapan?”

“Tadi saat kau boncengi. Kau mengendarai seperti setan! Kalau tadi aku mati gimana?” Aku memukuli Chanyeol sebisaku. Chanyeol memegang tanganku,

“Auh, sakit. Ayolah, tadi itu seru! Kalaupun kita mati, aku rela  mati bersamamu.” kata Chanyeol.

Aku mencubit Chanyeol lagi, “Aku tidak rela mati denganmu! Aku.. Aku…” Tiba-tiba aku teringat Suho oppa, Suho oppa ternyata sudah mempunyai anak. Selama ini anak dan istrinya tinggal di Jerman. Suho tidak memeberitahuku karna dia sudah menganggapkku seperti adiknya sendiri. Akupun menangis lagi. Chanyeol memelukku. Lama sekali aku menangis. Sampai kurasakan bahu Chanyeol sudah basah oleh air mataku.

“Maaf Yolie, bajumu jadi basah.”

“Tidak apa-apa, akupun belum mandi.” Diapun lalu nyengir kuda.

“Pantas saja ada bau bau apa gitu dari tadi!” Aku hendak mencubit Chanyeol lagi. Tapi kali ini Chanyeol memegang tanganku.

“Aku suka kamu Park Nana. Sekali lagi aku katakan, aku suka kamu Nana.” Aku terpana. Chanyeol menarik tanganku, ia mendekatkan kepalanya hendak menciumku, Secepat kilat aku menutup bibirku dengan tanganku. “Ada apa?” Tanyanya.

“Kamu belum mandi.”

“Ah iya aku lupa! Maaf Nana. Aku terbawa suasana.”

“Ya, ya, tidak apa-apa.”

“Tidak apa-apa? Jadi kita pacaran Na?” Tanyanya antusias.

“Pacaran gak ya?”

“Na. Seriuuuuuus.”

“Setidaknya ganti piyamamu dulu sebelum menyatakan cinta padaku.” Aku lalu berdiri, beranjak pulang kerumah.

Chanyeol berteriak, “OKAY NANA! NANTI MALAM TUNGGU AKU DIRUMAHMU!”

Mendengarnya aku hanya melambaikan tangan sambil tetap berjalan menuju rumahku yang tidak jauh dari taman.

=END=

This is made by @Theraasays

RCL guys!

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s