OMG!! I Love That Eyes. [Oneshoot] FF

Image

Author: ethelisao

Title: OMG!! I Love That Eyes.

Cast: Hayley Will(OC), Tao, Kris.

Other Cast: Sang Manajer.

Genre: Romance.

Rating: T

Length: Oneshoot

A/N: Hello hello readers! ini FF pertamaku🙂 aku ngepost ini juga di blog exofanfict loh🙂 karna ini tulisan pertama, kumohon feedback nya ya!🙂

________________

Hayley Will’s POV

Oh tidak! Aku terlambat! Alkohol sialan. Bisa-bisanya membuatku terlelap. Rutukku. Hari ini adalah jadwalku pemotretan bersama teman-teman band ku untuk promosi album kedua kami. Pemotretan akan dimulai pukul  9, dan sekarang sudah pukul 8 lewat 15 menit??! Shit! Dasar manajer sialan. Kenapa tidak membangunkanku?!! Umpatku lagi. Setelah selesai mandi dengan cepatnya, langsung kusambar ponselku dan menghubungi manajerku.

“Ya!  Kenapa kau tidak membangunkanku??  Aku tahu aku salah semalam terlalu banyak meminum alkohol. Tapi kenapa begini?! Di base masih ada siapa saja? Tay dan Jeremy sudah sampai?” cerocosku cepat.

“Wae, ada apa denganmu?” Sahut sang manajer dengan suara serak.

“Ada apa denganku??! Kenapa kau tidak membangunkanku??! Aku terlambat!!” Teriakku.

“Ya ya aku dengar. Jangan teriak-teriak, kupingku sakit. Jangankan membangunkanmu, aku saja masih terlelap sebelum kau meneleponku.”

“Apa?? Jadi kau kesiangan juga??!”

“Kesiangan? Apa maksudmu? Ini baru pukul 6 pagi!”

Aku shock. Aku lihat jam kamarku sudah pukul delapan lebih lima belas menit. Lalu kulihat jam di ponselku baru pukul enam lewat lima. Ah Sial. Jam kamarku kan sudah mati sejak beberapa hari lalu dan aku belum sempat mengganti baterainya.

“Jam kamarmu mati kan?” Kata sang manajer lagi. “Semalam kan kau bilang dengan setengah sadar, karna jam mu mati maka aku harus membangunkanmu. Tapi sekarang justru kau yang membangunkanku. Gumawo.” Katanya lagi sambil sedikit tertawa.

“Don’t laughing.” Kataku lalu menutup telepon.

                Alkohol sialan. Kenapa aku bisa lupa kalau jam kamarku mati???! Argh!

***

Setelah kupikir dan kupikir ternyata perutku lapar. Maka aku mengenakan jaketku dan kacamata juga topi untuk sedikit menyamar. Setelah taksi yang kupesan datang, akupun pergi ke restoran terdekat. Bruum~

Aku masuk kerestoran itu. Masih sepi pengunjung. Hanya ada seorang ibu dan anaknya yang terlihat masih mengantuk dan seorang laki-laki yang kelihatan sangat misterius sedang memainkan ponselnya.

Aku memesan Beef Burger, Sphagetty, dan Hot Coffee Latte kemudian membayarnya. Aku mengambil tempat dipojok supaya aku lebih leluasa memakan makananku.

Aku belum cerita ya? Ini hari ke 3 aku berada di China dalam rangka mempromosikan album baru band ku, Paramount. Kami juga akan menggelar konser tour asia kami disini.

Jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 30menit, kurasa sudah sebaiknya aku pergi ke base. Aku pun berdiri dari kursi lalu berbalik dan…

BRUUKK! Si laki-laki misterius menabrakku.Tas dan ponselku jatuh juga ponselnya. Dia mengambilkan barang-barangku yang terjatuh. Dan matanya, indah! Bentuk matanya seakan menghipnotisku untuk memandangnya. Ah sialan, indah banget! Dia mengembalikan barang-barangku yang terjatuh, tapi aku masih diam seakan terhipnotis oleh matanya. Si laki-laki misterius itu merasa aneh, dan dia meletakan mukanya tepat dimukaku dan memanggil namaku. Memanggil namaku! Spontan aku menutup mulutnya dengan tanganku.

“Ssssstt!! Bagaimana kau tahu namaku?” Bisikku.

“Siapa yang tidak tahu kamu?” Jawabnya dalam bahasa china.

“Apa? Aku tidak mengerti kata-katamu. Katakan dengan bahasa inggris.” Perintahku.

“Ini barang-barangmu.” Katanya dalam bahasa inggris sambil menyerahkan tas dan ponselku.

“Ah ya, gumawo.”

“Did you can speak Korean?” Kata Si misterius.

“No, Cuma kata itu.” Balasku. Dia tersenyum dan kemudian pergi meninggalkanku yang masih terpaku melihat senyumnya. Indaaaaaaah!!!!

***

Aku sudah sampai di base. Masih sedikit sepi. Hanya ada beberapa kru. Tak lama aku duduk sang manajer datang.

“Hayley! Ponselmu kemana?? Aku telfon tapi kenapa lelaki yang menjawab???” Teriak sang manajer.

“What? Lelaki?? Who? Ponselku ada bersama ku kok. Nih.” Jawabku sambil menunjukkan ponselku.

Tak lama ada sms masuk ke ponselku.

Apa ini? Bahasa China? Seingatku ponselku memakai bahasa inggris bukan bahasa china. Jadi ponsel siapa ini? Mungkinkah ini ponsel si lelaki misterius yang kutabrak tadi?

“Ya! Sekarang kau melamun. Ada apa denganmu?” Tanya sang manajer lagi.

“Oh ah, tidak ada apa-apa. Ah ya manajer, apakah ada orang China di kru kita?”

“Ah, tidak ada. Tapi di depan ada keponakanku Kris. Dia bisa bahasa China.”

“Oke, thank you manajer!” Akupun langsung berlari kedepan base. Ah ya, aku lupa bertanya orangnya seperti apa. Ah itu ada orang, aku tanya saja mungkin dia tau yang mana yang bernama Kris.

“Permisi, apakah kau tau yang mana yang bernama Kris?”

“Ya aku Kris. Ada apa?”

“Bisa bantu aku? Tolong ubah pengaturan bahasa ponsel ini menjadi bahasa inggris dong.”

“Ah ya,” Ia pun mengutak-atik ponsel itu. “Ini, sudah kuubah.” Katanya kemudian.

“Aaah terimakasih!” Sorakku lalu masuk kedalam base.

Tapi sepertinya aku kenal ponsel itu” Pikir Kris.

***

Selesai pemotretan saat sedang istirahat, aku mencoba menelepon nomor ponselku dengan ponsel misterius yang ada di tanganku. Tiga kali aku hubungi, tetapi tidak ada yang mengangkat. Tetapi tidak lama kemudian ada sms masuk ke ponsel misterius yang ada ditanganku.

               From: 091827930909

               Ini nomorku! Pasti lelaki itu yang mengirimnya!

               I’m sorry, I’m busy right now. Bisakah kita bertemu nanti malam pukul tujuh ditempat kita bertemu tadi?

Langsung saja kubalas.

               To: 091827930909

               Ya tentu saja. Aku membutuhkan ponselku!

***

Sial sial sial!!! Kenapa wawancara ini lama sekali! Aku melirik jam ku. Sudah pukul tujuh. Aku ingin cepat-cepat melihat lelaki misterius bermata indah itu!

Tiga puluh menit kemudian wawancarapun selesai. Yes akhirnya!

“Hayley, mau kemana kamu? Tidak ikut makan malam dulu bersama kami?” Tanya Jeremy teman satu bandku.

“Ah tidak. Aku ada janji.”

“Janji? Dengan siapa?” Kali ini Tay yang bertanya, teman satu bandku juga.

“Kau tidak kenal. Sudah ya aku pergi.” Aku keluar gedung dan langsung memanggil taksi menuju restoran fast food tadi pagi. Mata indah…. I’m coming!!!

***

“Maaf, aku terlambat.” Kataku lalu duduk dikursi kosong didepannya. Matanya mengernyit melihatku yang baru saja datang. “Kenapa kau melihatku begitu?” Tanyaku lagi.

“Malam-malam begini kau memakai kacamata hitam?” Katanya.

“Oh ini, hanya ada ini di tasku. Aku tidak membawa yang lain. Kalau aku tidak mengenakan ini aku takut…”

“Ini.” Dia menyerahkan sebuah kacamata. “Setidaknya ini lebih normal dipakai pada malam hari.” Katanya lagi.

“Ah, terimakasih.” Akupun membuka kacamataku dan memakai kacamata pemberiannya. Ah, seperti mimpi. Dia memberikanku kacamatanya!

“Ini ponselmu.” Katanya sambil menyerahkan ponsel diatas meja, “Maaf juga tadi pagi aku salah memberikannya.” Katanya lagi sambil tersenyum.

“Ah ya, ini ponselmu.” Kataku kemudian.

“Paramount akan konser disini?” Tanyanya.

“Iya, 3 hari lagi. Kau akan menontonnya?”

“Mungkin.” Jawabnya sambil tersenyum.

Oh My God, I like his smile. “Oh ya, namamu siapa?”

“Kau tidak tahu aku?” Kata-katanya membuatku mengernyitkan dahiku. “Namaku Tao.”

Karna ponsel, tak kusangka bisa berbicara dengan lelaki seindah ini. Senyumnya membuatku bahagia, tatapan matanya membuatku seakan tertarik untuk terus menatapnya. Mengobrol dengannya membuatku merasa kalau waktu berlalu sangat cepat. Seperti sudah lama aku mengenalnya. Tepat jam 10 malam dia mengantarku kembali ke apartemenku dengan mobilnya.

***

Keesokan paginya, Kris, keponakan sang manajer menjemputku di apartemenku. Katanya sang manajer tak bisa menjemputku hari ini, makanya dia yang menggantikan sang manajer untuk menjemputku.

“Apa kau kru juga di acara konserku?” Tanyaku penasaran melihatnya yang datang tiba-tiba.

“Kau belum sarapan kan? Bagaimana kalau kita makan dulu?” Tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku.

“Boleh.”

“Baik kita makan dulu.” Katanya lalu membukakan pintu mobil untukku.

“Hei, Kau belum menjawab pertanyaanku!” Protesku.

“Kita bicarakan nanti saat makan. Masuklah.”

Dengan setengah hati aku masuk kemobilnya.

***

Di restoran…

“Aku memang bukan kru mu, tapi aku akan terlibat didalam konsermu.” Kata Kris langsung sambil menyeruput kopinya.

“Maksudmu?”

“Aku dan teman-temanku akan menjadi band pembuka pada konsermu.”

“Kau punya band?” Tanyaku penasaran.

“No, kami boy band.”

“Boy band? Maksudmu? Bernyanyi dan menari?”

“Yup.” Katanya dengan anggukan kecil. “By the way, kemarin ponselmu…”

“Oh itu, ponselku tertukar oleh temanku.”

“Temanmu? Orang China?”

“Ya, matanya indah. Hahaha”

Setelah menghabiskan makanan kami, aku dan Kris pergi menuju base. Disana para kru sudah menunggu.

***

Dua hari kemudian di tempat konser…

“Band pembuka akan tampil. Apakah kau tidak ingin melihatnya?” Tanya sang manajer.

“Ya aku akan melihatnya dari belakang panggung.” Kataku.

Careless careless shoot anonymous anonymous heartless mindless no one who care about me…

Wah, musiknya seru! Loh loh, itu bukannya Tao? Cowok misterius yang ponselnya tertukar denganku??? Kenapa… Dia anggota boy band? Sial! Mereka keren banget! Bisa-bisanya menyanyi sambil menari secepat itu. Ini bahasa mandarin kan? Biasanya aku selalu pusing mendengar bahasa mandarin, tapi kenapa bisa ada lagu mandarin sekeren ini?? Awesome!!

“Manajer, apa nama grup mereka?” Tanyaku pada sang manajer.

“Exo-M. Mereka keren sekali bukan? Hehehe” Katanya sambil cengengesan.

“Cukup keren.” Kataku dusta. Ah shit, Tao kenapa kau begitu mempesona?

Konserpun berakhir sukses dengan 8000 penonton yang memadati arena konser. Sungguh aku suka sekali saat-saat ini. Melihat para penggemarku yang sangat antusias menyanyikan lagu-lagu band-ku. China! You’re rock! Tao, you’re awesome.

***

Selesai konser, aku telah kembali ke apartemen. Sedikit kecewa karna tadi tidak sempat bertemu Tao. Kata sang manajer, Tao dan band nya sudah tidak bisa berlama-lama berada disini karna harus menghadiri pemotretan majalah. Sebenernya sih bukan sedikit kecewa, tapi sangat! Lelaki itu membuatku tidak bisa tertidur malam ini. Wajahnya masih menampakan diri di otakku. Aaarrrgggh!

Pik pik. One message has received.

From: Tao

Waaa! Tao mengirimku SMS!!

  Hayley, apa kau sudah tidur? Tadi kau keren sekali. Pertunjukan yang menarik.

Menarik? Dia kan tidak menontonku! Langsung saja kubalas,

   To: Tao

            Keren? Bukankah kau tidak menonton konserku dan pergi begitu saja sebelum aku menemuimu?

            From: Tao

            Jadi tadi kau mencariku?🙂

                Ah sial, keceplosan!

   To: Tao

            Tidak, aku tidak mencarimu!

            From: Tao

            Hahaha, maaf. Tadi aku masih ada tugas, jadi harus segera pergi. Tapi tadi aku sempat melihatmu bernyanyi pada lagu pertama. Kau terlihat cantik saat bernyanyi.

            Lagu pertama? Hmm, lagu Ignore? Cantik? Dia bilang aku cantik!! Banyak orang yang bilang aku cantik, tapi entah rasanya kali ini aku senang sekali. Sangat senang! Bahagia malah!

To: Tao

            Cantik? Apakah aku tidak keren?

Balasku sok tidak peduli.

From: Tao

            Hahaha kau keren! Keren sekali malah!

Apa?? Aku keren!!! 🙂

To: Tao

           🙂 Kau juga. Aku suka lagu yang tadi kalian nyanyikan. Dan sepertinya aku suka kamu.

Wa!! Apa yang baru saja aku tulis?? Batalkan, batal….

   A message has sent.

Sial. Sudah terkirim!

  From: Tao

            Hahaha, thank’s. Sepertinya kita perlu bertemu besok.

Apa? Besok bertemu?! Dengannya??

***

Tao’s POV

Tao mengeluarkan sebuah foto dari dalam dompetnya. Terlihat ada foto seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang sedang tertawa gembira dengan tangan dan baju yang belepotan lumpur.

Apa-apaan kau Hayley? Bisa-bisanya kau tidak mengenaliku?? Apakah kau lupa masa-masa kita kecil dulu? Masa saat kau tidak bisa makan tanpaku? Ahh, oke itu terlalu berlebihan. Apa kau lupa saat-saat kita selalu bermain bersama?

Ya, aku dan Hayley itu sebenarnya teman sejak kecil. Dulu aku sempat tinggal di Amerika karna pekerjaan orang tuaku. Kira-kira saat itu aku berumur 5tahun. Karna kedua orang tuanya bekerja, Hayley sering dititipkan dirumahku. Dan diam-diam aku menyukainya.

Tetapi 4tahun setelahnya, ayahku dipindah tugaskan kembali ke China. Semenjak saat itu aku tidak bisa berhubungan lagi dengannya.

Ketika umurku sudah 17tahun, aku sempat pergi ke Amerika untuk mengunjunginya. Tetapi betapa kecewanya, ternyata dia sudah tidak tinggal dirumah itu. Dan kabarnya kedua orang tuanya telah bercerai. Aku sangat sedih mendengarnya.

Dan tiga bulan yang lalu aku mendengar bahwa band-ku akan menjadi band pembuka pada acara konser band asal Amerika. Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa nama vokalisnya adalah Hayley Will, namamu. Aku mencari biodatamu lewat internet, dan benar, ini memang kamu. Kamu tidak berubah. Senyum dan tawamu masih sama. Begitu indah.

Tapi kenapa kau bisa semudah itu bilang suka, padahal kau baru bertemu denganku dua kali dalam satu hari??!! Ah oke, kita memang teman sejak kecil. Tapi kau tidak mengenaliku?? Bisa bilang suka padaku?

      To: Hayley My Beloved

            Hahaha, thank’s. Sepertinya kita perlu bertemu besok.

                Oke, mungkin besok saatnya aku menyatakan padamu bahwa aku mencintaimu, sejak dulu.

*END*

1 Comment

  1. Pingback: Thank’s God, I Love Her. [Oneshoot] FF « ethelisao says

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s