Thank’s God, I Love Her. [Oneshoot] FF

Author: ethelisao

Title: Thank’s God, I Love Her.

Cast: Tao, Hayley Will(OC), Kris.

Other Cast: Chen.

Genre: Romance.

Rating: T

Length: Oneshoot (Sekuel from “OMG!! I Love That Eyes”)

A/N: Baca dulu “OMG!! I Love That Eyes” biar lebih mengerti jalan ceritanya. Oke chingu? Happy reading!

____

Hayley’s POV

Pernah enggak kamu berfikir kalau suatu saat seseorang yang terlupakan akan datang kembali? Sebenarnya sih tidak terlupakan, tetapi kamu hanya menaruhnya disudut hati yang paling dalam agar dia tidak pernah keluar dari hatimu.

Aku tidak pernah berfikir kalau ia akan datang kembali ke kehidupanku. Yang kufikir adalah, aku tidak akan pernah lagi punya kesempatan untuk bertemu dengannya. Belasan tahun telah berlalu, seiring berjalannya waktu, aku berubah, dan dia berubah. Tapi satu yang tak pernah berubah, hatiku dan hatinya. Kami tetap satu.

Flashback.

Ah tidak. Lagi-lagi aku terlambat! Untuk ketiga kalinya bertemu dengan lelaki bermata indah itu. Kali ini karna hal yang sangat klise, aku kesiangan. Sungguh alasan yang membosankan. Bus ini serasa lama sekali. Ya, aku dan dia berjanji bertemu siang ini di restoran yang sama tempat pertama dan kedua kalinya kita bertemu. Aku sudah terlambat 65 menit dari waktu janjian. Gawat. Tapi ia tidak menghubungiku? Apa dia juga lupa? Atau dia sudah pergi karna malas menungguku? Berbagai pertanyaan mengerubungi kepalaku.

Sofa paling pojok… Ah itu dia! Dia masih menungguku! Dia mengenakan kaus merah berkerah V dan jins abu-abu. Sungguh tampan!

“Maaf aku terlambat! Kau sudah lama?”

“Tenang saja, aku baru saja menghabiskan kopiku yang ketiga.” Katanya sambil tersenyum ke arahku.

Senyumnya… Ya Tuhan… Senyumnya…. Tapi apa tadi katanya? Kopinya yang ketiga? Seketika aku merasa tidak enak. “Maaf sekali! Tadi aku kesiangan…” Kataku dengan nada menyesal.

“Ya, aku tahu. Kamu pasti masih lelah sehabis konser semalam kan?” Aku mengangguk. “Aku juga tahu kalau kamu tidak akan melupakan janjimu.” Tambahnya lagi sambil menatapku. Tatapannya membuatku lemas. Sungguh.

Aku terpana mendengar perkataannya.

“Hayley, kamu tidak ingat aku?” Tanyanya.

“Ya, kau yang menabrakku waktu itu dan menyebabkan ponselku tertukar dengan ponselmu.” Jawabku.

“Bukan itu. Sebelumnya, apa kau tidak merasa mengenalku?”

“Mengenalmu?” Aku berfikir. Ia mengangguk. Kemudian aku menggeleng, “Tidak.” Kataku lagi.

“Kau tidak mengenalku sama sekali?” Aku menggeleng lagi. “Aku Tao.”

“Ya, aku tau namamu Tao.”

“Aku Huang Zi Tao.”

Kata-katanya kali ini membuatku terpana, lebih dari yang pertama ketika aku melihat senyumnya. Huang Zi Tao? Nama itu… “Panda Tao?” Kataku akhirnya setelah sadar.

“Ya.” Ia tersenyum.

“Kamu Panda Tao yang itu?” Aku tak percaya. Ia mengangguk. “Panda Tao yang…” Aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. Air mataku jatuh.

Tao pindah duduk disebelahku. “Iya ini aku Hays. Aku disini sekarang.” Ia memeluk pundakku. Tapi aku tetap menangis.

“Kenapa kau pergi? Aku sendirian. Kau tau?”

“Maafkan aku Hays, aku tidak bisa berbuat apa-apa saat itu. Tapi sekarang aku bisa Hays. Aku bisa menjagamu. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.” Aku terus menangis. Dan ia berbisik, “Aku mencintaimu, sejak dulu.”

Aku terkejut. Aku menengok kearahnya dengan mata sembab. “Kau…?”

Ia tersenyum. “Ya, aku mencintaimu.” Ulangnya lagi.

Aku tersenyum dan memeluknya. Ia balas memelukku.

Flashback End.

Aku mengingat kembali kejadian hari itu. Tak kusangka dia datang. Dia hadir kembali kedalam hidupku. Membuat warna-warna terang kembali menyala dikehidupanku. Cahaya? Cahaya tanpa warna sangat menyilaukan. Dia adalah warna dalam cahayaku. Hidupku kembali.

“Hayley!!! Jangan melamun! Kita sudah harus boarding sekarang!” Ah shit. Sang manajer baru saja merusak imajinasiku.

Ya, saat ini aku akan meninggalkan China. Baru dua hari aku menemukannya dan sekarang aku harus meninggalkannya?! Lelucon macam apa ini?

Negara tujuanku untuk promosi album baru bandku saat ini adalah Korea. Sebenarnya aku bingung, kenapa Korea? Bukankah di Korea itu kebanyakan masyarakatnya pencinta boyband dan girlband? Aku juga tidak mengerti.

Tao hari ini tidak mengantarku, aku juga tidak mau diantar sih, takut merepotkannya. Tapi sebenarnya di dalam lubuk hatiku yang teeeerdalam, aku ingin dia mengantarku. Ah tidak, aku ingin dia ikut bersamaku.

“Hayley, bisakah kau berjalan lebih cepat? Banyak orang mengantri dibelakangmu.” Kali ini ponakan si sang manajer yang menggangguku, Kris.

“Ya, Kris? Kau ikut ke Korea?”

Kris mengangguk, “Aku akan mengunjungi agensi ku di Korea.”

“Tao tidak ikut?” Kris tersenyum mendengar pertanyaanku.

“Dia akan ikut penerbangan esok hari. Masih ada pemotretan yang harus dia hadiri.” Mendengar jawaban Kris, seketika hatiku senang. Akupun melangkah riang menuju pesawat sambil tersenyum mengingat aku dan Tao akan tetap bersama.

Tao’s POV

Aku enggak tahu harus bilang apa saat ini. Dia semakin cantik.

Saat ini aku baru saja sampai dorm di Korea. Tak ada siapa-siapa. Hanya aku dan Chen yang memang baru saja tiba. Member exo-M yang lain sudah lebih dulu datang kemarin.

“Tao, kau ingin langsung ke base atau mau istirahat dahulu?”

“Aku lelah, ingin tidur sebentar. Kau pergi saja duluan.” Aku merebahkan diri dikasur.

“Baiklah, aku duluan.” Chen meninggalkanku diruangan sendiri. Entah kenapa, anak itu selalu semangat latihan. Hari ini aku sedang tidak mood, aku ingin bertemu dengannya.

To: Hayley My Beloved

Kau dimana? Sedang sibuk? Aku ingin bertemu.

From: Hayley My Beloved

Aku sedang ditempat teman-temanmu latihan. Kau sudah sampai?

Shit!! “Chen!!! Tunggu aku! Aku ikut!”

Hayley’s POV

Kenapa dia tidak membalas sms ku? Hah, sudahlah mungkin dia lelah.

“Hayley, mau kopi?” Panggil Kris. Aku mengangguk. Kris memberiku segelas.

“Ah, kau tau aku suka latte?”

“Tidak, tapi kupikir semua wanita menyukai latte. Kau menyukainya?”

“Ya! Aku suka sekali latte. Apalagi dengan madu.” Aku menyesap latte-ku.

Kris terlihat bingung, “Kau mencampur latte dengan madu?” Aku mengangguk.

Tao’s POV

Melihatnya tersenyum seperti itu dengan orang lain membuatku panas. Aku tau ia sedang berbicara dengan Kris hyung, tapi entah kenapa Kris hyung terlihat berbeda. Aku tahu Kris hyung itu seperti apa, dan bagaimana perlakuannya terhadap wanita. Tapi ini sungguh berbeda.

“Hays, kau terlihat asyik sekali. Apa yang sedang kalian obrolkan?”

Kris memandangku, “Hahaha bukan apa-apa. Hays, aku pergi dulu. Selamat berkangen-kangen ria ya!” Hayley tertawa mendengar perkataan Kris.

Setelah Kris jauh, aku bertanya pada Hayley, “Kalian terlihat akrab sekali? Apa kalian sudah saling kenal?”

“Ya, kau tahu? Kris itu keponakannya manajerku! Aku tidak menyangka kalau manajerku punya kerabat orang China.”

“Oh ya? Kris itu kan blasteran, dia punya darah Kanada  loh.”

“Serius? Pantas saja mukanya beda sama kamu. Kalo kamu kan China banget, qlo dia tuh keren.”

Seketika aku menjadi bête. “Jadi maksudmu aku kurang keren gitu dibanding Kris?”

“Iya. Habisnya Kris itu keren banget. Dia leader kalian kan? Omaigod, udah keren, leader pula.”

Aku tidak membalas kata-katanya lagi. Dia memuji-muji lelaki lain didepanku? Dia anggap apa aku ini?

Dia melihatku, “Kau kenapa?”

“Aku tidak apa-apa” Kataku cuek.

“Kau marah?” Aku menggeleng. “Atau… kau cemburu?” Ia menatapku lekat-lekat. “Hahaha kau cemburu!”

“Aku? A.. Aku tidak cemburu!”

“Hahaha kau cemburu!”

“Aku tidak cemburu.” Tegasku lagi.

“Kau cemburu. Ayolaaaah, kau masih saja seperti ini… Dasar anak manja, apakah kau masih tidak bisa jauh-jauh dari ibumu?” Ia mencubit hidungku gemas.

Aku memegang tangannya, melepaskan cubitannya. “Kau terlihat gembira sekali bersamanya. Seperti teman lama.”

“Tao… Kenapa kau imut sekali siiiih…” Kali ini ia mencubit kedua pipiku.

Aku melepaskan kedua tangannya dari pipiku dan menggenggamnya. Lalu aku mencium bibirnya sekilas. “Aku mencintaimu Hays,”

“Aku juga.” Katanya cepat.

“Aku tidak akan membiarkanmu melirik pria lain. Hanya aku yang boleh ada dihatimu. Kau mengerti?”

Ia mengangguk, “Ya, aku mengerti Bos!” lalu menjawab sambil tersenyum.

“Aigoo… Hayley… Kucari kau kemana-mana tak tahunya ada disini. Cepat. Yang lain sudah menunggu!” Manajernya mengganggu.

“Ahhh, manajer, kenapa kau selalu saja mengangguku?” Gerutunya. “Tao, aku pergi dulu ya, manajer itu sepertinya ingin kupecat saja. Dia selalu menggangguku.” Kemudian ia pergi setelah sebelumnya mengecup pipiku.

Dia tidak berubah. Tetap manis.

Keesokan harinya jadwalku kosong. Yes, kosong. Tapi tidak dengan Hayley. Dia sibuk interview diberbagai radio dan majalah lokal di Korea. Sedih, sepi. Tapi, malam ini aku akan bertemu dengannya! Ia menyuruhku untuk mengunjunginya di hotel tempat dia menginap.

Pagi hari aku hanya di dorm. Siang hari juga di dorm. Tepat jam enam, aku keluar dorm. Segera meluncur ke hotel. Sesampainya di lobi hotel, aku melihat Kris hyung sedang tertawa-tawa. Aku tidak tahu ia tertawa dengan siapa, karna orang yang sedang mengobrol dengannya terhalang oleh tembok.

Aku menghampiri Kris hyung. Betapa terkejutnya aku melihat bahwa orang yang sedang mengobrol dengan Kris adalah Hayley. Kris hyung melihatku.

“Ah, Tao, kau sudah datang rupanya. Kalau begitu Tao, Hayley, aku kembali ke base dulu ya.” Pamit Kris. Aku tidak mengabaikan perkataanya.

“Untuk apa Kris kesini?” Tanyaku ketika Kris telah meninggalkanku berdua dengan Hayley.

“Dia mengantarku.”

“Mengantarmu? Kau bertemu dengannya diluar?”

“Ah sudahlah. Ayuk kekamarku. Yang lain sudah menunggu.”

“Yang lain?” Aku makin bingung.

“Iya yang lain, teman-teman band ku beserta para kru. Kau tidak tahu ya kalau hari ini manajerku yang reseh itu ulang tahun?” Aku menggeleng, masi dengan muka bodoh. “Iya dia ulang tahun, makanya tadi Kris kesini, tapi dia tidak bisa lama-lama karna masih ada urusan di base yang belum selesai. Kau pikir aku hanya mengundangmu? Ah iya, ada teman-temanmu juga loh. Tadi Kris mengajak mereka supaya lebih ramai.”

Ha? Siapa lagi? “Siapa?” Tanyaku.

“Chen, Luhan, Lay, dan Bakpao.”

“Bakpao? Maksudmu Xiumin?” Hayley mengangguk.

Oh Tuhan… Tolong aku…

Sesampainya di kamar hotel perasaanku tidak enak. Benar saja. Ketika aku membuka pintu banyak kertas berhamburan, Chen dan Luhan beserta beberapa orang lainnya meniup terompet-terompet kecil. Xiumin dan Lay? Aku tidak melihat mereka.

“Ini ada apa?” Tanyaku pada Hayley. Tetapi yang ditanya tidak menjawab. Ia malah tersenyum.

“Selamat ulang tahun, Tao.” Seseorang berbicara dibelakangku.

Aku berbalik. “Kris?” Si empunya nama hanya tersenyum. “Kue? Kau bawa kue untuk apa?” Tanyaku lagi.

“Ulang tahunmu.” Jawab Kris.

“Ulang tahunku? Tapi ini kan bukan hari ulang tahunku?” Kris diam tetapi melirikan matanya ke arah Hayley. Aku melihat Hayley, “Ini semua apa?”

“Kau tidak ingat?”

“Ingat apa?” Beoku.

“Aku hanya melanjutkan apa yang dulu sempat tertunda. Kau tidak ingat kalau dulu aku ingin sekali memberimu pesta kejutan saat kau ulang tahun? Tetapi sehari sebelum ulang tahunmu, kau malah pergi.” Katanya sedih. “Menunggu hari ulang tahunmu masih lama, makanya aku mewujudkannya sekarang dengan bantuan kak Kris.” Lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Aku langsung memeluknya sebelum air matanya jatuh. Ia balas memelukku. “Maafkan aku. Terima kasih.” Bisikku ditelinganya.

“Aigoo… Nanti saja berkangen-kangenannya, lihat lilin ini sudah hampir meleleh.”

Aku melepaskan pelukanku pada Hayley, tapi tetap menggenggam tangannya. “Apa ini? Kenapa lilinnya angka 9? Aku kan sudah 20 tahun.” Protesku.

“Tapi sikapmu masih seperti anak kecil. Masa kau cemburu pada hyungmu?” Kris mengomeliku, aku hanya menyengir kuda mendengarnya. “Sudah cepat tiup, jangan sampai lilinnya menyentuh kue, sayang kuenya!” Omelnya lagi.

“Aku hanya ingin meniup bersamanya.” Kataku sambil menunjuk Hayley.

“Aigoo… Kau benar-benar cocok berumur 9 tahun, Tao!” Kata Kris.

Akupun tertawa dan meniup lilin bersama Hayley.

Hays, apa kau tau? Aku sangat bersyukur bisa menemukanmu lagi.

*END*

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s