FF intro || Because I’m An Idol ||

Rin-A POV

Jam ditanganku sudah menunjukkan pukul 17.45. Sudah lewat 45 menit dari waktu janjianku dengan Leo. Leo mengajakku untuk janjian di taman ini jam lima. Tetapi sampai sekarang dia belum muncul. Kabar darinya saja belum ada. Aku lelah. Setiap kami berjanji untuk bertemu, dia selalu saja terlambat. Tanpa pesan sebelumnya, dia pernah membuatku menunggu selama tiga jam. Bahkan dia juga pernah membuatku menunggu semalaman, dan DIA TIDAK DATANG. Dia hanya memberitahuku keesokkan harinya bahwa kemaren dia tidak bisa datang karena ada bla bla bla yang sangat mendesak dan bla bla bla. Hah sudahlah aku malas membahasnya.

Kalian tau Leo? VIXX Leo? Yup. Aku tahu dia artis. Aku juga tahu kalau, tidak ada seorangpun yang tahu kalau aku itu pacarnya artis. Tidak seorangpun. Bahkan orangtuaku saja tidak tahu kalau aku berpacaran dengan Leo. Orangtuaku hanya tahu kalau Leo itu teman SMA-ku. Hanya itu.

Aku tidak tahu harus sampai kapan aku seperti ini. Yang pasti, aku hanya tahu aku suka Leo. Tanpa tapi.

“Rin-A, maaf aku terlambat.”

Leo datang.

Aku tersenyum, “Tidak apa. Hari ini mau kemana kita?”

“Kita makan yuk? Aku lapar. Kamu lapar tidak?”

“Tidak. Aku haus.”

“Yasudah, kamu temani aku makan. Dan aku akan membelikanmu minuman apa saja yang kau suka.”

“Tapi kalau nanti aku lapar gimana?”

“Yasudah nanti aku akan suapi kamu makananku. Yuk kita jalan.”

Leo memboncengku dengan motornya. Tak lama, kita sampai di kafe kesukaannya Leo.Aku duduk disebelah Leo. Leo menyuruhku untuk memesan makanan, tapi aku tidak mau. Akhirnya Leo memesan beberapa macam makanan.

-SKIP-

“Sudah Leo, aku kenyang.”

“Tanggung nih, satu suapan terakhir. Aaaaaaaa”

Yup, Leo sedang menghukumku atau lebih tepatnya ia menyuapiku makanannya. Hari ini Leo terlalu baik. Sangat aneh. Aku penasaran sejak tadi.  Bahkan ia tidak melepaskan tanganku dari genggamannya. Ia menyuapiku dan ketika Ia haus, aku meminumkannya air. Aneh.

“Leo, kamu kenapa sih? Tanganku gerah nih.” Keluhku sambil menunjuk tanganku yang digenggam eratnya.

Leo mencium tanganku yang digenggamnya. “Rin-A, aku mau kita break.”

“Break?” Sentak aku berusaha menarik tanganku yang berada dalam genggamannya, tetapi dia malah menggenggam tanganku lebih erat.

“Aku mau kita break Rin-A. Aku takut kamu lelah. Aku takut kamu lelah akan semua sikapku. Aku takut kamu bosan. Aku tau, kamu pasti lelah setiap kita janjian, aku pasti selalu membuatmu menunggu. Kesibukannku membuatku jarang bisa memberimu kabar, Aku juga tidak bisa menunjukkan kepada siapa-siapa kalau kamu itu pacarku. Maafkan aku Rin-A. Karna itu aku ingin kita break.”

“Kamu sudah memikirkannya?” Kali ini aku berhasil melepaskan tanganku dari genggamannya. Ia hanya menggangguk mendengar pertanyaanku. “Yasudah kalau ini maumu. Kita sudahi saja semuanya. Selamat malam.” Aku lekas mengambil tas dan jaketku. Leo memanggil manggil namaku. Tapi dia tidak  mengejarku.

Aku menangis. Sepanjang jalan aku menangis. Aku berjalan kaki menuju rumahku. Kakiku rasanya seperti ingin copot. Aku lelah. Sangat lelah.

Setelah aku pergi, Leo mencoba meneleponku beberapa kali. Tapi tidak ada yang kuangkat. Aku malah mematikan ponselku.

Sesampainya dirumah, Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Aku sangat lelah sekali. Rasanya air mataku habis menangis sejak tadi.

-SKIP-

Leo POV

KRIIIIIIING~~~

Sial. “Halo?”

“Leo! Lo dimana Leo?” Suara Ravi. “Cepat ke dorm sekarang! Chayeoji kumat!”

“Cepat Leo kesini! N-chan ngamuk!” Kali ini suara Ken. Lalu telepon terputus.

tut… tut…

*to be continued*

RCL yyuk stArlight^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s