[STRANGE TIME] O MAMA! HYUNG!

oh mama!

==============

TITTLE: [STRANGE TIME] O MAMA! HYUNG!

author: ethelisao

main cast: Kai & EXO members

genre: comedy, family

rating: G

==============

KAI POV

Say, aku mau satu ya….

Oke dear, nanti aku kasih deh buat kamu…

Makasi ya say..

Oke dear, sama sama.

Kaka, makasi ya… aku suka banget loh^^

iya sama sama dear, Nanti kapan-kapan aku kasih lagi ya…

Asiiik… chuu˜˜

ASTAGA! APA INI??

“Kai? Kau sedang apa?”

Sial. Buru-buru kuletakan ponsel Chen Hyung dimeja. “Eh, hyung.”

“Kuncinya ketemu tidak? Kau jadi mau kuantar kesekolah kan?”

“Ah, ini kan hyung?” Aku menyodorkan kunci mobil yang tadi kutemukan padanya.

“Ya benar.” Chen mengambil kunci yang kusodorkan dan ia mengambil ponselnya yang terletak dibelakangku. “Ayo Kai. Sehun sudah menunggu.”

***

Istirahat siang disekolah.

“Door!!”

“Ah sial lo Hun!” Sehun mengagetkanku.

“Ada apa sih lo Kai? Bengong aja. Gue udah disini dari tadi tapi lo kaya gak liat gue. Ngelamunin apaan sih? Lo ngerasa gak enak lagi udah nolak coklat dari penggemar lo?”

“Yee bukan itu. Gw cuma lagi mikirin Chen hyung.”

“Hah? Chen hyung kenapa? Lo suka Chen hyung??”

Mendengarnya lantas kujitak kepala Sehun yang rainbow itu. “Bukan itu bodoh. Tadi pagi gue kan disuruh Chen hyung ngambil kunci mobil dikamarnya.. Eh ada ponselnya, iseng gw buka pesan-pesan di ponselnya…”

“Lo iseng sih.. maka.. auw”

Kucubit lagi lengan Sehun. “Bisa dengerin gue ngomong dulu gak?” Sehun mengangguk. “Isi pesan-pesan di ponselnya tuh aneh banget Hun! Pake sayang2an semua! Terus ambil baranglah, dianter lah, seneng banget lah, terus ada cium2an segala!”

“Terus kaya gitu lo bilang aneh?” Aku mengangguk. “Aduuuh Kaaaaaiii lo oon banget sih. Ya jelas itu pasti pacarnya Chen hyung laaah. Gimana sih lo, kaya gapernah pacaran aja.”

“Iiiiiiihhh Sehuuun!! Pesannya tuh gacuma ke satu orang! Tapi banyak!!”

“Hah? Chen hyung punya banyak pacar?! Banyak beneran Kai? Lebih dari dua??”

“Lebih Hun!!! Gila! Gue kalah Hun! Cewek gue aja cuma tiga. Masa Chen hyung lebih banyak dari gue..”

“Eh, lo punya cewek tiga Kai??” Ah sial gue keceplosan! “Kan di SM gabole punya pacar lebih dari dua, dan elo punya TIGA???” Sehun takjub.

“Aduuuh plis Hun jangan bilangin babeh Soman ya Hun… Peliiis bangeeeeet.. Kalo ketauan bisa tamat riwayat gue di EXO…”

“Ah elo gimana sih Kai. Kaya gue dong.. pacar sih cuma satu, tapi hts-an gue ada enam! rasanya lengkap banget tiap malem date nya beda-beda. Hahaha”

“Yah, elo sih ketauan Hun, setres! Rambut aja gajelas gitu maunya warna apaan.”

“Yeeee ini tren tahun 2013 tau! RAINBOW!”

“Alaaaaaaah nanggung Hun qlo cuma dirambut! Muka lo sekalian rainbow-in!”

“Yeeee janganlah.. Nanti ketampanan gue tertutupi…”

“Preeeeeet.”

***

Malamnya dirumah.

Semua warga dirumah sudah tertidur. Hanya aku yang masih belum tidur. Bosan bermain game, aku keluar kamar hendak mengambil air putih. Sekeluarnya aku dari kamar, aku melihat seseorang mengendap-endap berjalan keluar rumah dengan membawa kantung plastik hitam besar. Siapa itu keluar malam-malam begini? Loh, itu kan Chen hyung?  Eh itu Chen hyung kan bukan maling? Tapi untuk apa Chen hyung membawa kantung plastik besar begitu? Malam-malam begini lagi?

***

Paginya.

Hari Sabtu. Aku dan kesebelas member EXO sedang latihan di GYM dekat sekolahku. Walaupun di gedung SM ada GYM, tapi kami lebih suka ngeGYM diluar, sekalian tebar pesona gituh. ha ha ha. 50 menitpun sudah berlalu.

“Eh hosh, udahan yuk. hosh.. Gue laper nih..” Xiumin hyung ngosh ngoshan sehabis berlari di treadmill tidak berhenti dari masuk GYM sampai sekarang. Sepertinya dia serius banget pengen kurus. Padahal kupikir dia lebih lucu qlo chubby-chubby gimanaa gitu.

“Yuk hyung! Makan yuuuk…” Ini Sehun yang sedari tadi tidak menyentuh alat apapun yang ada di GYM.

“Okelah. Latihan hari ini sampai disini. Ganti baju semuanya. Kita makan.” Member lain terlihat senang mendengar perintah Suho barusan.

“Hyung traktir yaaaaa……” Yang ini Tao yang selalu berusaha merayu hyung-hyungnya…

“Untuk Tao aku yang traktir.” Kata Kris.

“Ah aku bosan ditraktir Kris ge. Aku mau di traktir Suho hyuuuung…” Member yang lain terlihat geli melihat ekpresi kesal Kris mendengar perkataan Tao barusan.

“Aku tidak mau mentraktirmu Tao. Kali ini kita akan di traktir si manajer. Seperti biasa.”

“Ah itu sih bukan di traktir. Itu kan memang kewajiban dia sebagai manajer.” Gerutu Tao.

“Sudahlah Tao kau ganti baju sana. Kau mau ditinggal Kris?”

Tao terlihat panik. “Hah?” Ia celingak celinguk mencari Kris. “Kris ge! Tunggu aku!” Tao berlari mengejar Kris yang ternyata telah duluan masuk ke ruang ganti.

“LOL banget sih tuh si Tao.” Kataku.

“Kenapa Kai? Kau iri? Hati-hati Kai, jangan sampai dia mendengarmu berkata seperti barusan, bisa bisa nunchuksnya terkena mukamu.” Kata Suho.

“Ah aku tidak mau! Terkena tongkatnya saja sakit. Apalagi nunchuksnya!”

“Hahaha” Tawa Suho.

***

Sesampainya direstoran sushi, keduabelas member EXO menarik perhatian pengunjung yang lain.

“Hyung, apa penyamaran kami kurang sempurna?” Tanya Suho pada sang manajer.

“Tentu saja. Harusnya kalian tutupi rambut Sehun yang rainbow itu!” Kata sang manajer.

“Tuh kan Hun! Rainbow lo ini emang bawa masalah deh!” Kataku pada Sehun. Yang disindir hanya memanyunkan mulutnya dan langsung riuhlah restoran ini melihat ekspresi Sehun yang buat gue jijai.

Kami memesan ruang VIP supaya restoran ini tidak menjadi gaduh karna kedatangan kami. Kami memenuhi meja kami dengan berbagai macam makanan khas negeri sakura itu.

***

Selang tiga puluh menit,

“Hyung, aku izin duluan ya hyung.” Chen meminta izin pada sang manajer.

“Mau kemana kau Chen?” Tanya Kris.

“Ada urusan dikit hyung..”

“Baiklah. Tapi pakai ini.” Sang manajer menyerahkan kumis-kumisan dan kacamata hitam kepada Chen. “Dan jangan lupa kembali sebelum latihan dimulai.”

“Siap komandan!” Chen memberi hormat dan memakai peralatan menyamarnya kemudian pergi.

Tuhkan. Mau kemana lagi tuh Chen hyung! Ah gue kepo nih! Tapi ga enak qlo gw juga ikutan pergi cuma karna pengen tau Chen hyung mau ngapain. Qlo dia beneran ketemu pacarnya nanti gue sendiri kan yang malu. Aaaaah gue kepo!!

“KAI!!!!! Elo ngapain sih pake nyiram gue???”

Kulihat Xiumin hyung yang sudah basah. “Loh hyung, bukannya kita sudah selesai nge-gym sejam yang lalu? Kok hyung masih keringetan aja deh..?”

“Nge-gym gigimu! Elo ngapain nuang air terus lo siram ke gue???! Lo dendam sama gue?” Kata Xiumin hyung lagi.

“Waaaaaah maaf hyung…. Sebentar ya hyung.” Lalu aku bergegas keluar ruangan dan tak lama aku kembali lagi. “Sini hyung,” kemudian aku mengelap baju dan muka Xiumin hyung.

“Eh ini saputangan siapa?”

“Oh Ini hyung tadi aku keluar nanya ada yang bawa saputangan gak, eh banyak banget yang ngasih. Tapi aku cuma ambil satu. Gak taudeh ini punya siapa. Katanya sih gausah dikembaliin gapapa..”

“Ah perasaan gue gak enak..” Xiumin hyung mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu. Kemudian matanya menatap sinis dan marah kearahku. “Kai, jujur ya. Tadi lo bilang apa pas keluar?”

“Eh gabilang apa-apa kok hyung.”

“Terus kenapa ini di twitter nama gue jadi trending topik HAH?” Teriak Xiumin.

Penasaran, Chanyeol merebut ponsel Xiumin kemudian membacanya trending topik di twitter. “Xiumin TBC.” Seketika Chanyeol tertawa. Tak sampai disitu ia membuka trending topiknya dan membaca lagi, “Xiumin oppa sakit TBC.. huhu padahal aku suka banget suara oppa…” , “Xiumin oppa! Walau kau mempunyai penyakit seperti TBC aku akan tetap mencintaimu.”

Seketika semua yang ada diruang VIP itu tertawa terbahak-bahak. Xiumin hyung yang kesal memukuliku bertubi-tubi yang kemudian badanku langsung sakit seketika…

***

Keesokan harinya. EXO tidak ada jadwal hari ini. Beberapa member sedang berkencan dengan pacarnya masing-masing. Hanya ada Tao, Lay dan Luhan yang memang tidak bisa berkencan karena pacar mereka ada di China. Jadi aku memakai kesempatan ini untuk bertanya dengan mereka. Kebetulan Lay dan Luhan sedang main PS dikamar TaoRis. Tao sendiri masih asik menikmati mimpinya.

“Hyung, pacarnya Chen hyung ada berapa sih?” Tanyaku pada mereka.

“Ha? Chen? Seingatku hanya ada satu deh.” Kata Luhan sambil tetap berkonsentrasi bermain. “Memang kenapa Kai?”

“Satu? Bukannya ada banyak?” kataku lagi.

“Ah yang bener aja, seorang Chen punya pacar aja udah bersyukur banget.”

“Iya. Dulu dia kan anti wanita.” Tambah Lay.

“Tapi aku liat diponselnya banyak sms dari cewek-cewek gitu hyung. Pake sayang-sayangan lagi.”

“Ah mana mungkin.” Luhan tak percaya.

“Iyaa mana mungkin.” Tambah Lay.

CKREEK.

“Luuhan..” Tao keluar dari kamarnya.

“Apa Tao? Kau sudah bangun..”

“Kris ge mana?” Kata Tao sambil mengucek-ngucek matanya.

“Kalau tidak salah sedang berkencan dengan pacarnya yang ke empat.” Kata Luhan.

“Eh yang ke empat apa yang ke tiga Han?” Kata Lay. /FYI, spesial buat Suho dan Kris, SM membolehkan mereka mempunyai pacar sampai empat./

“Tadi sedenger gue yang ke empat deh.”

“Tapi kok gue dengernya yang ke tiga ya?”

“Kuping lo kan emang bermasalah Lay gara-gara berenang minggu kemaren kan tuh kemasukan air.”

“Ah tapi kemaren udah keluar kok airnya hyung.”

“Tapi masih dung dung dung gak qlo jalan?”

Lay berdiri lalu memutariku, “Masih sih…”

“Ah elu. Yaudah gue temenin ke dokter yuk sekarang. Sekalian gue mau ngapelin suster Mai nih.”

Lay tertawa, “Kepo juga lo sama cewek Jepang itu.”

“Yah, abisnya gw udah bosen sama Chinesse Lay. Rencana nya kan gue mau mutusin si Cae Lin, terus gue mau jadiin si Mai.. hehehe”

“Yaudah yuk. Kai, lo mau ikut gak?” Aku menggeleng. “Tao lo gausah ikut ya? Lo belom mandi kan?”

“Aku juga ogah kali ge kerumah sakit! Bau obat! Ih.” Gidig(?) Tao.

“Oke deh kalian berdua jaga rumah yah. Awas loh qlo ini rumah kenapa-napa.” Ancam Luhan. Lalu merekapun pergi.

Aku lalu duduk dibawah. Berfikir. Tao kembali ketempat tidurnya.

“Tao. Hari ini kau tidak ada acara kemana-mana kan?”

“TIdak.” Tao menarik selimutnya.

“Temenin gue yuk?”

“Ngapain?”

“Mata-matain Chen!”

Tao terduduk. “Hah? Jadi mata-mata??”

“Iya! Mau gak?”

“Mau! Pertama-tama ngapain nih?”

Aku berfikir…  “Ehmm gimana kalo kita periksa kamarnya Chen!”

Tak lama kami berdua telah berada di kamar chen yang terletak diatas kamar TaoRis.

“Aku periksa sebelah sini, kau sebelah sana ya.”

Lima menit kami mencari-cari kemudian Tao bertanya, “Kai, by the way nih, kita lagi nyari apaan nih?”

“Ah iya aku lupa bilang!” Aku menepuk jidatku. “Gini Tao, aku curiga qlo Chen hyung punya pacar banyak.”

“Ah gak mungkin itu…” Kilah Tao. Lalu aku menceritakan semua yang aku lihat padanya. “Ooooh, oke oke. Yuk cari lagi.”

Tak lama kemudian Tao menemukan sesuatu, sebuah buku dari dalam lemari. “Kai aku menemukan sesuatu nih, kayaknya aneh. Ini kayak buku diary.” Tao membukanya. Langsung ke halaman tengah. “-Dear, Yolanda. Aku benci banget selalu dibilang bakpau. Memangnya segitu besarnyakah pipiku sampai disamakan dengan bakpau? Aku sedih Yol. Aku berjanji demi kamu Yol, Aku akan menghilangkan bakpau ini. Aku akan menghilangkan lemak-lemak ditubuhku! Semangati aku Yol!- Hah? Siapa Yolanda? eh Bakpau bukannya Xiumin hyung ya?”

Aku tidak bisa menahan tawaku. “Xiumin hyung menamai bukunya Yolanda?? HHAAHHA. Dan lagi Xiumin hyung menulis D-I-A-R-Y??? Diusianya yang sudah ‘menjelang’ itu???  HAHAHAHA”

“Apanya yang lucu Kai?” Tanya Tao.

“Hah? itu Xiumin hyung nulis diary masa.. ”

“Gak lucu kali Kai. Aku juga nulis diary kok.” Ucap Tao yang membuat gelak tawaku semakin keras. Tao kesal, “Gak lucu Kai!”

“AUWW” Tao memukulkan buku itu ke kepalaku.

“Berisik jangan ketawa! Cari lagi!” Tao mengembalikan buku itu pada tempatnya.

“Ah! Apa ini?” Tao mengeluarkan sebuah kantung plastik besar dari dalam lemari.

“Loh ini kan sama persis kayak yang aku lihat malam kemarin Tao. Buka buka!” Kami membuka kantung plastik itu. “Loh..” Ada banyak kado terbungkus didalam kantung plastik itu.

“-Kim Soo Yeun, Broadway street no.3 8378-22..-, Loh ini kan alamat. Setiap kotak beda-beda Kai.”

“Iya ya. Buat apa Chen hyung ngirim kado-kado ini?”

“Eh itu dibelakangnya ada tulisan lagi Kai, –Chennyi Shop-. Hah?”

CKREEEK

“Kalian ngapain?” Chen datang. “Ah sial. Kalian melihatnya ya.”

“Ma ma maaf hyung. Aku gak bermaksud menggeledah kamar hyung tadi Kai yang nyuruh…” Sialan si Tao nyari perlindungan sendiri. Gak akan lagi gue ngajak-ngajak dia!

“Sudahlah tak apa.” Kata Chen seraya mengambil kado ditangan Tao dan memasukkannya kembali kedalam kantung plastik.

“Jadi ini semua apa hyung?” Tanyaku mencari kejelasan.

“Kamu masih belum mengerti juga Kai?” Aku menggeleng. “Ya, tepat seperti yang kalian kira, aku punya online shop. Untuk barang-barang wanita sih..”

“Kok bisa? Eh tapi, apa mereka tau kalau kau yang berjualan hyung?” Tanyaku lagi.

“Tentu saja tidak. Sebenarnya ini ajakan pacar baruku,”

“Dae Young?” Tanya Tao.

“Bukan, Ini pacar baru, Se Yi namanya. Kita baru jadian dua minggu lalu. hehehe” Chen senyam senyum.

“Kok kau bisa mau sih hyung?” Tanyaku.

“Habisnya dia manis sih. Katanya hasil dari online shop ini mau buat nikah nanti aku sama Se Yi. Imut kaaan?” Chen senyam senyum.

-END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s