It’s Not A Dream | part 3 || FF VIXX

Ken POV

“Waaah ramyun Indonesia banyak jenis nya ya… Ah! Ini kan yang kumakan kemarin dirumah Bella!” Lalu aku mengambil ramyun itu dan memasukkannya ke keranjangku. “Waah ini ada lagi! Tom..yam? Oh Bulgogi? Hyuk! Ini ada ramyun bul.. Loh, Hyuk dimana? Hakyeon hyung? Bella? Loh kok pada gak ada? Jangan-jangan mereka tersesat??”

Aku panik. Aku memasukan beberapa bungkus ramyun bulgogi Indonesia kekeranjangku dan berusaha mencari mereka. Gimana ini mereka tak ada. Ah! Telepon!

-nomor yang ada tuju sedang berada diluar jangkauan- ah sial. Oh ya, katalk!

“Jaehwan! Kau dimana?!” Teriak Hakyeon begitu katalk diangkat.

“Aku di… ah dikasir!” Aku melihat kasir tak jauh dari tempatku.

“Tunggu disana dan jangan bergerak!”

Aku menunggu Hakyeon-hyung didekat meja kasir. Tak beberapa lama Hakyeon datang. Dia sendirian.

“Loh yang lainnya mana hyung?” Tanyaku.

“Sedang memilih sambal. Di Indonesia ternyata sambal banyak macamnya loh. Yuk.”

Sesampainya ditempat yang dimaksud,,

~syuuung~~sepi

“Hyung, mana yang lain?”

“Tadi disini sih. Oh mungkin di rak sebelah,”

Kami menuju rak sebelah,

“Tak ada hyung,”

sebelahnya lagi,

“Tak ada juga hyung!”

Dan sebelahnya lagi…

“Hyung. Mereka dimanaaa?”

“Coba kutelepon Leo.” Hakyeon mengeluarkan ponselnya.

Trrtttt trrrrtttt. Tas Hakyeon bergetar. Hakyeon mencari-cari sesuatu didalam tasnya, dan ternyata itu ponsel Leo. “Leo menitipkan ponselnya padaku…”

“Telpon hyuk!”

Kali ini aku yang menelepon Hyuk.

“Hyuk! Kalian dimana?”

“Loh? Ken-hyung? Ini Ravi. Ponsel Hyuk ketinggalan nih dirumah. Memangnya ada apa? Bukankah kalian pergi bersama?” (FYI, ravi gak ikutan pergi karna kapok takut dikejar-kejar fans lagi)

Langsung kumatikan teleponnya. “Hyung, Hyuk gak bawa ponselnya.. otokaji?”

“Otteoke? Hmmm.. Coba kita keliling supermarket ini dulu..”

Setelah mengelilingi supermarket kami tetap tidak menemukan wajah Bella, hyuk, maupun Leo hyung.

“Hyung, aku capek…” keluhku…

Trrrttt trrrrtt.
“Ah apa ini?” Hakyeon membuka tas nya dan mengeluarkan ponsel, “Ponsel Leo bergetar. Nomor tak dikenal.. Yoboseyo?” Hakyeon mengangkat telpon itu. “Yoboseyo? Oh Leo! Kalian dimana? Kami cari bla bla bla, ah? Jangan curhat? Aku? Aku disupermarket. Dekat? Ehhm dekat ayam! Ya dekat tempat ayam! Hmm oke oke aku tidak akan kemana-mana ja.. Yah, ditutup..”

“Barusan itu Taekwoon hyung?” Tanyaku. N mengangguk. “Apa katanya?”

“Kita disuruh tunggu disini.”

“Yasudah kita tunggu saja.. Tapi aku capek hyung.” Aku lalu duduk berselonjor dekat tembok rasanya nikmat. Ahh pantatku pegal sekali.

Tak beberapa lama.

“Hyung!” Hyuk muncul, Leo dan Bella mengekor dibelakangnya.

“Hyung ini bodoh ya? Kok bisa-bisanya ilang disupermarket?”

Kujitak kepala Hyuk.

“Kalian beli apa saja?” Tanya Bella.

“Ini.” Kutunjukkan isi keranjangku.

“Mi instan?” Bella kelihatan terkejut melihat keranjangku yang penuh dengan mi instan. “Kamu cuma mau beli ini? Dirumahku kan banyak?”

“Ini untuk oleh oleh ke Korea kok.” Sahutku.

“Yasudah, yuk ke kasir. Sepertinya Leo sudah lapar.” Kata Haekyon.

—-

Sementara itu, Ravi yang sedang di rumah sendirian…

Ravi POV

“Kruuuukkk kruuukkk.. bunyi perutku.. aku laparr, tetapi mereka belum pulang, dan aku takut keluar sendirian… apa yang harus kulakukan… oooh sendirian…” Aku ngerap sekeras-kerasnya.

Ting tong.

Siapa itu? Mereka pulang? Kenapa tidak langsung masuk saja? Aku menuju interkom, loh, bukan Bella. Seorang laki-laki. Dia lalu menelepon seseorang. Dia memencet pascode pintu! Gawat! Aku harus sembunyi!

Kriling. Pintu terbuka.

Kepepet, aku masuk ke kamar Bella dan menguncinya. Siapa orang itu ya? Mukanya sih tidak mencurigakan, tapi sepertinya wajahnya itu tidak asing…

“Hallo, spada, ada orangkah?” Laki-laki itu berteriak keseisi rumah. “Ah tidak ada siapa-siapa.” Katanya lagi. Lalu terdengar suara tv dinyalakan.

Ah, ponsel mana ponsel, aku meraba kantong celanaku, ponselku,,, ah! Ketinggalan di sofa tadi!

Eh, barusan dia bicara bahasa Korea?? Apa dia orang Korea? Wajahnya sih tidak asing.. Rasanya aku pernah melihatnya… YG… ah! Dia trainee di YG! Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Dia rapper. Namanya kalau tidak salah bo… bob, bobby! Ya! Bobby! Tapi, untuk apa dia kesini? Apa dia kenal Bella? Ah tapi masa iya dia kenal Bella? Eh tapi dia pasti kenal Bella kalau toh dia bisa masuk kesini.. Tanpa rasa takut lagi, aku membuka pintu.

Bobby menoleh, “Wa! Ravi hyung! Kenapa bisa disini?”

“Kau kenapa disini?” Tanyaku balik.

“Kau namcin nya Bella ya???”

“Anniya. Aku dan yang lain hanya tamu disini.”

“Yang lain? Vixx??”

Aku mengangguk.

“Omg…. Kalian ber-enam menginap disini bersama Bella????”

Aku mengangguk lagi.

“Untuk apa hyung???!”

“Berlibur. Atau bisa dibilang kabur….”

Lalu aku mengobrol banyak bersama Bobby.

_______

Kembali ke Bella dan VIXX without Ravi yang sedang makan malam.

Bella POV

“Mbak,” aku memanggil pelayan resto, “maaf, makanan kami bisa dibungkus? Ah ya, tambah 2 roll spicy chickennya ya.”

“Loh, Bel. Kok dibungkus?” Kata N.

“Kamu ngerti aku ngomong apa barusan?” Aku heran. Barusaja aku berbicara bahasa indonesia dengan si pelayan.

“Anni, aku Heran aja kita kan belum makan. Tapi kok mau dibungkus?”

“Aku kedatangan tamu dirumah. Jadi kita makan dirumah saja. Kasihan Ravi juga.” Kataku. Lalu aku menuju kasir sekalian mengambil pesananku. Hakyeon mengekor.

“Siapa tamumu Bel?” Tanya Hakyeon keppo.

“Nanti juga kalian tau.”
“Jadi berapa semuanya mbak?” Tanyaku sesampainya di kasir. Si kasir menyebutkan totalnya. Aku mengeluarkan kartuku. Tapi Hakyeon menahan tanganku.

“Pakai ini saja.” Hakyeon memberikan kartunya kepada kasir. “Aku malu kau bayari terus.” Katanya lagi.

______

Di apartemen Bella.

“Mwo? Oppa? Kamu bilang Bobby oppa-mu??” Ravi Hakyeon dan lainnya kaget. Kecuali Leo yang tetap datar tanpa ekspresi. Hanya mengernyitkan dahi nya, lalu kelihatan tidak peduli.

“Dan jadi kamu bisa bahasa Korea?” Tanya Ken.

“Sangat fasih.” Jawab Bobby sambil sedikit tertawa.

Akupun tersenyum dan berbicara dengan bahasa Korea. “Jadi, papaku adik dari papanya Bobby. hahaha.” Semua melongo. “Sudah sudah. Makan deh yuk.”

“Bella. You’re awesome.” Ravi said.

“Daebak.” Hyuk said.

“Just wait our revenge.” N said.

“Ah Bella. Aku cuma ingin memberimu ini.” Bobby menyerahkan amplop kepadaku.

Aku menerimanya dan membukanya. “Tiket? Korea?”

“Kupikir kau butuh refreshing. Just take it. I have my ticket. So we could go together, besok.”

“Besok?? Tapi kita masih punya 3 hari menginap disini!” Protes Ken.

“Anniya, satu yeoja, enam namja, itu tidak baik. So, let’s go together Bella-shi.”

Muka ken terlihat kesal.

“Ah ya, satu lagi.” Kata Bobby. “Malam ini aku akan menginap disini. So, jangan ada yang nakal ya hyungs.”

_____TBC_____

Hello cute readers! Mian qlo eps kali ini lama banget keluarnya. Padahal udah ready dari kemaren2 tapi belum sempet aku publish…
Oh ya, scene munculnya Bobby disini jauh sebelum perang diss nya Bobby ravi rapmon dll loooh. Ide ini muncul tepatnya setelah aku nonton mixnmatch. Seriously. I’m starlight. But I like Bobby’s rap style. And for the diss, I’m really don’t like it. I just want to ask him, why he doing this. Maybe just for fun?

4 Comments

  1. hola~
    loh ini tiba-tiba ada bobby? ngajak ke korea pula
    yah, berarti momen-momen di indonya udahan dong.-.
    padahal masih pengen baca pas vixx di indo…
    ditunggu next chapnya ya chingu~
    jangan lama-lama ya, ntar keburu lumutan ini nunggunya wkwk
    keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s