Imagine with BTS || Jimin edition eps Hujan

Lagi-lagi Jimin mengajakku bertemu teman-temannya. Padahal sudah lama tidak bertemu dengannya tapi dia malah mengajakku kesini. Aku suka sebal kalau dia sedang bersama teman-teman. Kenapa? Aku gak ngerti apa yang mereka bicarakan. Dance, dance and dance. Ya, Jimin suka dance. Tapi aku? Goyang pinggul aja gak bisa. Kebalikan jimin banget deh.

“Cim, pulang yuk.” Ajakku.

“Sebentar yaa..” Jimin tertawa lagi bersama teman-temannya.

Setengah jam kemudian.

“Cim, pulang yuk..” Aku memegang tangannya.

“Jimin! Sini! Coba ajarkan dia gerakan abcde.” Teriak teman Jimin yang kalau tidak salah namanya Jungkook.

Jimin melepaskan peganganku, “Sebentar ya,” Lalu pergi.

Aku sebal. Sudah hampir tiga jam disini. Bosan. Ada sih beberapa cewek yang katanya pacar2 temennya Jimin, tapi aku tidak tertarik mengobrol dengannya. Aku cuma ingin Jimin hari ini. Tapi dia malah memilih bersama teman-temannya.

Aku kesal. Aku mengambil tas ku lalu pergi sendiri. Jalan kaki! Kutengok kebelakang tapi Jimin tidak melihatku! Dia masih asik bersama temannya. Aku kesal! Kesal!

Tes. Tes.

Ah, Hujan? Aku menengadahkan tanganku. Lalu memasukkan ponselku ke tas kulitku. Rintik hujanpun turun semakin deras. Aku menangis sebal. Kurasakan ponselku bergetar. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku terus berjalan Menembus hujan yang semakin deras.

Tiba-tiba seseorang menghadangku. Jimin. Dia melepaskan jaketnya dan menutup kepalaku dengan jaketnya.

“Malem-malem jalan sendirian, hujan-hujanan. Serem tau.”

Aku hanya memanyunkan bibirku mendengarnya. Masih sebal.

Jimin membungkukkan sedikit badannya. “Kamu nangis?”

“Enggak.” Jawabku pendek.

Jimin tersenyum. Lalu menciumku lembut. Dan memelukku. Aku mencubitnya.

“Auw.” Dia mengusap pinggangnya yang baru saja kucubit. “Kok nyubit sih?”

“Ayo Pulang…” Rajukku akhirnya.

“Ok. Ayo ambil mobilku dulu di r..”

“Gak. Aku mau pulang jalan kaki.”

“Jalan kaki? Tapi kan rumahmu jauh dari sini.”

“Biarin. Kan ada kamu. Nanti kalau aku capek kamu kan bisa gendong aku.”

“Ha? Tapi ini kan hujan? Kalau kamu sakit gimana?”

“Gapapa. Biar romantis. Ayo Jalan!”

FIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s