Imagine with BTS || Jin edition eps First Day of School

Hari penerimaan murid baru. Saatnya aku di groco(?) oleh para senior. Aku mengenakan atribut-atribut aneh yang harus dikenakan pada hari ini. Rambut dikuncir menggunakan tali rafia, ikat pinggang dari tali rafia, kacamata hitam, dengan dot anak bayi. Aku menggantung dot ku seperti kalung.

“Treng treng treng!” Seorang senior memukulkan dua tutup panci menandakan kami para junior baru harus berkumpul dilapangan.

Aku Continue reading

Imagine with BTS || Jimin edition eps Hujan

Lagi-lagi Jimin mengajakku bertemu teman-temannya. Padahal sudah lama tidak bertemu dengannya tapi dia malah mengajakku kesini. Aku suka sebal kalau dia sedang bersama teman-teman. Kenapa? Aku gak ngerti apa yang mereka bicarakan. Dance, dance and dance. Ya, Jimin suka dance. Tapi aku? Goyang pinggul aja gak bisa. Kebalikan jimin banget deh.

“Cim, pulang yuk.” Ajakku.

“Sebentar yaa..” Jimin tertawa lagi bersama teman-temannya.

Setengah jam kemudian.

“Cim, Continue reading

Imagine with BTS || Suga edition eps He’s Back.

Bel tanda masuk kelas berbunyi. Aku panik. Aku sedang mengerjakan PR ku yang lupa kukerjakan. Beberapa anak yang lain yang juga bernasib sama mengeluh karna bel sudah berbunyi. Tiga soal lagi belum kukerjakan. Beberapa temanku masuk ke kelas. Dibelakangnya sonsaengnim mengikuti. Semuanya bergegas kembali ketempat duduk masing-masing. Class President memimpin untuk memberi salam.

“Hari ini kalian kedatangan new transfer student. Masuk.” Continue reading

Imagine with BTS || Jungkook edition eps 1st Meet

Ini hari senin dan aku terlambat! Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 7 dan aku baru keluar dari rumah menuju pemberhentian bus terdekat.

Ah untunglah busku baru saja datang. Lekas aku langsung menaikkinya.

Brukk. Aku menabrak seseorang. “Ah maaf.” Kataku.

Anak laki-laki yang kutabrak memakai seragam yang sama denganku.

Aku mencari tempat duduk yang masih kosong. Ah, disebelah anak laki-laki yang tadi kutabrak masih kosong. Lalu aku duduk disebelahnya.

“Kau terlambat?” Katanya.

“Ah iya.. hehe.”

Tiba-tiba bus berhenti mendadak. Continue reading

It’s Not A Dream | part 3 || FF VIXX

Ken POV

“Waaah ramyun Indonesia banyak jenis nya ya… Ah! Ini kan yang kumakan kemarin dirumah Bella!” Lalu aku mengambil ramyun itu dan memasukkannya ke keranjangku. “Waah ini ada lagi! Tom..yam? Oh Bulgogi? Hyuk! Ini ada ramyun bul.. Loh, Hyuk dimana? Hakyeon hyung? Bella? Loh kok pada gak ada? Jangan-jangan mereka tersesat??”

Aku panik. Aku memasukan beberapa bungkus ramyun bulgogi Indonesia kekeranjangku dan berusaha mencari mereka. Gimana ini mereka tak ada. Ah! Telepon!

-nomor yang ada tuju sedang berada diluar jangkauan- ah sial. Oh ya, katalk!

“Jaehwan! Kau dimana?!” Teriak Hakyeon begitu katalk diangkat.

“Aku di… ah Continue reading

Nappeun Kimbab || iKon & 5urprise || Oneshoot

kimbab

Main Cast : You as Eunbi, Bobby iKON, Seo Kang Jun 5urprise

Length: oneshoot

Based on dream.

____________________________________________________

EunBi POV

Nappeun!

“Tuh kaaaan EunBi!!! Bobby keren banget kaaan!!” Teriak HeeJin begitu MV Hisuhyun selesai diputar di ponselnya. “Omg… gak nyangka deh qlo Bobby itu temen sekolahmu dulu…”

HeeJin tetap berkicau tentang Bobby. Sedangkan pikiranku mengarah ke tempat lain. Akupun berdiri,

“Loh, EunBi. Kamu mau kemana?? Kamu gak mau nungguin tamu spesial kamu?”

“Oh iya.” Aku kembali duduk. Aku dan HeeJin memang sedang menunggu seseorang. Katanya tamu spesial untukku. Tapi aku sendiri tidak diberi tahu siapa yang akan datang.

Tak lama kemudian..

“Nah itu dia!”
Continue reading

Cafe Latte ||part 1|| BTS

cafelatte1

Author: ethelisao

Tittle: Cafe Latte

Cast: Jimin, Choi Na Ra (OC), Suga, Jin, V

Other Cast: Another BTS member

Genre: Comedy Romance, Action(?)

===============

Na Ra POV

“Eomma!… eomma!…”

Seseorang menepuk nepuk bahuku. Aku jatuh. Kepalaku pusing. Ah tidak. Aku ketiduran lagi.

“Maaf, cafe sudah mau tutup.” Pramuniaga itu tersenyum lalu membantuku berdiri. Kemudian aku langsung memasukan tablet dan ponselku kedalam tas lalu pergi dari cafe itu.

Aku melirik jam, sudah jam 1 malam. Aku mengambil kunci mobilku dari dalam tas, dan pulang. Lagi lagi aku bermimpi tentang eomma-ku. Sudah 3 bulan sejak eomma pergi menghadap yang kuasa. Appa-ku entah sedang berada di negara mana kali ini. Kini aku tinggal sendiri di sebuah apartemen yang dulunya kutinggali bersama eomma-ku. Tempat yang dulu hangat entah kenapa menjadi dingin.

-esoknya-

Jam berapa ini? Aku mengambil jam di samping tempat tidur, Jam sembilan?  Sial! Aku telat! Aku beranjak bangun dari tempat tidur, ah sial kepalaku pusing sekali. Lalu aku menepuk-nepuk pipiku dan memutar-mutar kepalaku memaksa kesadaranku untuk keluar. Kemudian menuju kamar mandi.

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Ya, aku baru saja memulai kehidupan sma-ku. Dan aku terlambat.

Sesampainya di sekolah upacara penerimaan murid baru sudah dimulai. Aku masuk menyusup dibarisan belakang. Huh untung tidak ada guru yang berjaga.

Beberapa murid menoleh kearahku karena terganggu dengan kehadiranku yang tiba-tiba.

“Kau terlambat?” Seorang anak laki-laki menegurku.

“Ya.”

“Hari pertama saja sudah terlambat,.. auww” aku menginjak kakinya.

“Diam kau.” Kataku. Continue reading