Imagine with BTS || Suga edition eps He’s Back.

Bel tanda masuk kelas berbunyi. Aku panik. Aku sedang mengerjakan PR ku yang lupa kukerjakan. Beberapa anak yang lain yang juga bernasib sama mengeluh karna bel sudah berbunyi. Tiga soal lagi belum kukerjakan. Beberapa temanku masuk ke kelas. Dibelakangnya sonsaengnim mengikuti. Semuanya bergegas kembali ketempat duduk masing-masing. Class President memimpin untuk memberi salam.

“Hari ini kalian kedatangan new transfer student. Masuk.” Continue reading

Advertisements

Cafe Latte ||part 1|| BTS

cafelatte1

Author: ethelisao

Tittle: Cafe Latte

Cast: Jimin, Choi Na Ra (OC), Suga, Jin, V

Other Cast: Another BTS member

Genre: Comedy Romance, Action(?)

===============

Na Ra POV

“Eomma!… eomma!…”

Seseorang menepuk nepuk bahuku. Aku jatuh. Kepalaku pusing. Ah tidak. Aku ketiduran lagi.

“Maaf, cafe sudah mau tutup.” Pramuniaga itu tersenyum lalu membantuku berdiri. Kemudian aku langsung memasukan tablet dan ponselku kedalam tas lalu pergi dari cafe itu.

Aku melirik jam, sudah jam 1 malam. Aku mengambil kunci mobilku dari dalam tas, dan pulang. Lagi lagi aku bermimpi tentang eomma-ku. Sudah 3 bulan sejak eomma pergi menghadap yang kuasa. Appa-ku entah sedang berada di negara mana kali ini. Kini aku tinggal sendiri di sebuah apartemen yang dulunya kutinggali bersama eomma-ku. Tempat yang dulu hangat entah kenapa menjadi dingin.

-esoknya-

Jam berapa ini? Aku mengambil jam di samping tempat tidur, Jam sembilan?  Sial! Aku telat! Aku beranjak bangun dari tempat tidur, ah sial kepalaku pusing sekali. Lalu aku menepuk-nepuk pipiku dan memutar-mutar kepalaku memaksa kesadaranku untuk keluar. Kemudian menuju kamar mandi.

Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Ya, aku baru saja memulai kehidupan sma-ku. Dan aku terlambat.

Sesampainya di sekolah upacara penerimaan murid baru sudah dimulai. Aku masuk menyusup dibarisan belakang. Huh untung tidak ada guru yang berjaga.

Beberapa murid menoleh kearahku karena terganggu dengan kehadiranku yang tiba-tiba.

“Kau terlambat?” Seorang anak laki-laki menegurku.

“Ya.”

“Hari pertama saja sudah terlambat,.. auww” aku menginjak kakinya.

“Diam kau.” Kataku. Continue reading